Tuesday, 24 September 2013

Piagam Perdamaian Syiah Sampang

Pimpinan Syiah Sampang Iklil Al Milal mengatakan, ada lima pernyataan yang sudah disepakati bersama oleh warga Syiah dengan masyarakat Kecamatan Omben dan Karang Penang Sampang Madura. Hari ini, kedua kubu yang sempat terlibat konflik setahun lalu menandatangani kesepakatan islah.

Pertama, Masyarakat Syiah yang saat ini berada di Rusun Puspa Sidoarjo, dengan ketulusan dan iktikad baik bertekad untuk melakukan islah dengan warga di Kecamatan Omben dan Karang Penang, dan dengan ini menyatakan ingin bersama kembali sebagai saudara kerabat, dan tetangga. "Kami tidak mau urusan ini berlarut-larut," kata Iklil kepada Tempo, di Rusun Puspa Agro Sidoarjo, Senin, 23 September 2013. 

Kedua, warga Syiah menyatakan siap untuk kembali ke kampung halamannya dan bertekad untuk mengembalikan kehidupan yang damai dengan masyarakat sekitar untuk kemudian bersama-sama membangun kembali kehidupan berkeluarga dan bertetangga yang harmonis rukun dan tentram, seperti yang pernah terjadi sebelumnya. 

Ketiga, masyarakat Syiah dengan segala kesadaran bertekad melupakan perselisihan dan meperbaiki kesalahpahaman yang telah terjadi. Warga Syiah juga siap untuk menjalin kehidupan persaudaraan dengan mendahulukan dan menonjolkan persamaan, persaudaraan dan persatuan. 

Keempat, warga Syiah berkeinginan kuat untuk bersama-sama menjaga kehidupan beragama dengan saling menghormati keyakinan masing-masing dengan meninggalkan upaya untuk mendakwahkan pandangan keagamaan kepada mereka yang sudah memiliki keyakinan. "Kami tidak akan mengajak orang lain untuk ikut bersama dengan kami," ujarnya. 

Kelima, warga Syiah menyatakan diri untuk menghapus dendam dan mengubur kebencian yang pernah ada kepada siapapun di kampung halamannya di Omben Sampang dan Karang Penang. Mereka juga tidak akan melakukan tuntutan hukum terkait dengan kekerasan yang pernah terjadi. Mereka akan lebih mengedapankan penyelesaina perdamaian secara kekeluargaaan.

"Lima pernyataan itu benar-benar muncul dari inisiatif masyarakat Sampang beserta juga kami, tanpa adanya unsur paksaan ataupun tekanan dari siapapun," katanya.

Sumber: www.tempo.co

No comments:

Post a Comment