Sunday, 6 October 2013

Filsafat Politik Islam dan Demokrasi Religius

Politik Islam bukan Islam berpartai politik (Islam Politik)
Politik Islam bergantung hubungan individu dengan masyarakat dalam eksistensi kemampuan / kompetensi, kredibiltas moral individu (maksimal) dan popularitasnya dihadapan masyarakat (minimal).

Kompeten dan bermoral tidak cukup jika tidak popular
Popular tidak cukup jika tidak kompeten dan bermoral.
Kompeten dan bermoral lebih baik dan prioritas (maksimal) dari pada sekedar popular (minimal).

Kompeten dan bermoral adalah dasar Politik Islam
Diterima oleh masyarakat (popular) adalah tujuan transformatif politik Islam

Kompetensi dan moral diuji/dinilai oleh para ahli
Popularitas diukur dari pilihan masyarakat.
Jadi masyarakat memilih pemimpin berdasarkan kriteria kompeten dan bermoral dari para ahli yang menilai dan menawarkannya kepada masyarakat.

TUJUAN POLITIK ISLAM:
Mengantarkan setiap individu utk kompeten/ahli dan bermoral untuk diabdikan kepada masyarakat melalui hak demokratis setiap anggota masyarakat memilihnya sebagai pelayan masyarakat (DEMOKRASI RELIGIUS)
Inilah refleksi dan struktur pemikiran yang saya pahami dari
Wilayah Al Faqih Imam Khomeini untuk objektivikasi KeIndonesiaan kita.



wallahu'alam----


A.M.Safwan (Pengasuh  Ponpes Mahasiswa Madrasah Murtadha Muthahhari
RausyanFikr Institute Yogyakarta 

No comments:

Post a Comment