Sunday, 6 October 2013

Perempuan Palestina di Negeri Kita dan Perempuan Indonesia di Negeri orang

Berita di Republika Online (5/12) menyebutkan bahwa Pemerintah Indonesia
melalui Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan akan mengundang Perempuan Palestina ke Indonesia untuk diberikan pelatihan dan Pemberdayaan secara ekonomi.

Kalau berita itu benar, Itikad yang baik, patut kita dukung, sebagai bagian dari pelayananan kepada kaum muslim dari negeri muslim terbesar di dunia.

Kalau Pemerintah mampu mendatangkan Perempuan Palestina ke negeri kita
Mengapa Pemerintah mengijinkan Perempuan (umumnya TKI miskin keahlian) Indonesia kerja ke negeri orang. Tentu, agak ganjil dan aneh, apa memang betul2 Pemerintah menjamin hak warga negaranya sesuai UUD 1945. Padahal mampu menjamin perempuan dari negeri lain untuk tinggal di Indonesia

Apakah ini sebuah pencitraan lagi dan lagi? Insya Allah, semoga tidak seperti itu,
karena bagaimanapun secara lahiriah dukungan kepada Palestina ini tentu menggembirakan buat kita.

Patut juga dipertimbangkan, apakah Perempuan Indonesia yang diijinkan menjadi TKI/TKW (citra kerja rendahan) oleh karena mereka seolah berada di negeri sendiri, terjajah, tidak punya kesempatan kerja

Ke mana negara, kemana laki-laki (umumnya penguasa politik dan partai),
apakah pengiriman TKW ini merepresentasikan negara (laki-laki) yang menindas perempuan. Laki-lakinya sudah berwujud kekuasaan berstruktur dan perempuan tetap saja objek syahwat kekuasaan, uang.

Dalam kosmologi perempuan, jiwa mereka berkaitan dengan sisi kelembutan, seperti
dalam Kungfu Tao, mereka kuat dengan gaya kelembutan, mereka tidak memukul dengan fisiknya, tetapi dengan perasaannya dampak dari pukulan fisik (laki-laki) cepat hilangnya tetapi dampak dari pukulan perasaan perempuan (feminim) lebih lama hilangnya dan efeknya menyiksa. Mereka Perempuan tampak lemah secara fisik, tetapi merekalah kekuatan batin yang menjadi pusat keseimbangan manusia.

simpul keseimbangan batin manusia Indonesia telah dikirim ke luar negeri, meninggalkan rumahnya,keluarganya dan masyarakatnya.

Inilah negeri yang kehilangan keseimbangan batinnya (Perempuan),
hidup dengan kegaduhan, seperti sekolah taman kanak-kanak.

Apakah di Indonesia tidak banyak pekerjaan buat mereka?
uang banyak, buktinya banyak yang dikorupsi, dan sumber daya alam yang luas
tetapi ADIL yang tampak kritis.

Kembalikan perempuan kami ke negeri kami!
Sebelum perempuan dengan kekuatannya (perasaan) menumpulkan rasio kekuasaan.
Kita khawatir Alam akan sering mengamuk.
wallahu'alam


A.M. Safwan (Madrasah Murtadha Muthahhari, RausyanFikr Institute Jogja)
 

No comments:

Post a Comment