Thursday, 27 November 2014

Takfiri dalam Perspektif Rahbar

Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Selasa (25/11) dalam pertemuannya dengan ulama, cendikiawan dan tamu-tamu peserta Konferensi Internasional Bahaya Kelompok Ekstrem Takfiri dalam Pandangan Ulama Islam, menilai gerakan Takfiri yang dalam beberapa tahun terakhir kembali dihidupkan merupakan kendala yang dipaksakan dan bikinan tangan-tangan imperialis bagi Dunia Islam.




Ayatullah Khamenei menekankan bahwa motif dari ulah gerakan Takfiri adalah untuk merealisasikan ambisi Amerika Serikat, negara imperialis dan rezim Zionis Israel, khususnya usaha untuk melupakan isu Palestina serta Masjid al-Aqsa. Beliau menjelaskan bahwa pembentukan gerakan ilmiah, rasional dan komprehensif untuk mengikis akar Takfiri, pencerahan terkait peran imperialis menghidupkan kembali gerakan sesat ini serta keseriusan dan tuntutan umum terkait isu Palestina sebagai masalah utama dunia Islam, merupakan tugas utama ulama Islam untuk saat ini.

Gerakan Takfiri dan pemerintahan yang mendukung, sejatinya kepanjangan dari sejarah imperialis, di mana fenomena ISIS muncul demi mensukseskan ambisi imperialis Amerika, Eropa dan rezim Zionis Israel. Gerakan ini dengan kedok Islam secara praktis menjadi pelayan kubu arogan dunia.

Konspirasi ini dirancang dan dilancarkan dengan bantuan oleh dinas rahasia Barat dan Israel serta dengan menggunakan dolar negara kaya minyak sejumlah negara Arab serta memiliki sejumlah tujuan. Di antara tujuan tersebut adalah menyelewengkan Kebangkitan Islam yang marak di kawasan. Kebangkitan Islam adalah gerakan anti Amerika, anti-despotisme  serta antek-antek Amerika di kawasan. Namun Takfiri mengubah gerakan agung ini menjadi perang saudara dan pembantaian umat Muslim.

Kondisi Hamas sebagai poros muqawama yang sendirian di perang 50 hari Jalur Gaza merupakan strategi sistematis. Strategi ini terbentuk melalui proyek penyelewengan semangat Kebangkitan Islam yang dilancarkan pemuda Muslim.  Di tengah-tengah konflik dan fitnah, rezim Zionis Israel seraya mengumumkan Palestina pendudukan sebagai Negara Yahudi semakin gencar melancarkan kebijakan pendudukan al-Quds dan Masjid al-Aqsa serta melemahkan bangsa Palestina.

Sementara itu, Takfiri justru dijadikan isu untuk menyibukkan negara-negara Islam sehingga mereka tidak memerangi Israel karena sibuk dengan ulah kelompok ISIS yang merajalela di jalan-jalan serta kota-kota Irak, Suriah, Pakistan dan Libya. Menurut Rahbar, gerakan ini merupakan salah satu kejahatan tak terlupakan Takfiri.

Perusakan infrastruktur negara-negara Islam oleh Takfiri dan kini gerakan Takfiri dengan ulahnya mengunggah gambar-gambar kejahatan mereka seperti pemenggalan kepala manusia tak berdosa atau aksi sadis memakan jantung di depan kamera dengan mengatasnamakan Islam adalah strategi sistematis untuk merusak citra Islam.

Langkah berulang pesawat Amerika mengirim peralatan militer dan perang kepada ISIS di Irak merupakan fenomena lain yang dijelaskan Rahbar dalam pidatonya. Realita ini semakin menunjukkan kebohongan klaim AS memerangi ISIS melalui Koalisi Internasional Anti-Terorisme, karena tujuan utama koalisi ini adalah melanjutkan perang serta bentrokan antar-Muslim. Tapi yang pasti mereka tidak akan berhasil menggapai tujuan busuknya tersebut.

Jelas sudah pihak mana sebenarnya yang diuntungkan dari gerakan sesat ISIS dan Salafi. Oleh karena itu, Rahbar menilai gerakan berbahaya ini harus dicermati lebih serius dan lebih umum ketimbang ISIS. (IRIB Indonesia/MF/NA)

No comments:

Post a Comment