Sunday, 6 September 2015

Parade Tauhid sebagai PESAN (METODE, Substansi dan Relevansi)

Oleh: A.m.Safwan (Jaringan Aktivis Filsafat Islam-JAKFI)

Parade Tauhid mungkin bisa saya artikan iring-iringan orang atau kendaraan untuk menyatakan ikrar Tauhid.
Parade Tauhid pantas kita sambut baik dalam kaitannya dengan Tauhid sebagai sebuah ikrar Tiada Tuhan selain Allah
Saya juga tentu patut menghormati usaha dan kerja keras untuk mengadakan kegiatan seperti ini, mendatangkan orang dalam jumlah yang mungkin mencapai ribuan. Sebuah ikhtiar dan pesan bagi banyak orang termasuk saya
Terima kasih, karena pesan dalam parade memberikan sebuah gambaran bagaimana dalam sebuah masyarakat terdiri dari beragam visi misi dan strategi dapat berkumpul untuk sebuah tujuan yang sama secara formal sekalipun saya yakin diantara peserta parade tersebut dalam banyak hal juga punya perbedaan prinsip dalam under mind ideologi kelompok mereka.


Tampak dalam parade tersebut pernyataan dalam spanduk-spanduk yang kesannya menyerang kelompok tertentu, tetapi juga tampak spanduk yang cukup simpatik buat saya misalnya "Tauhid itu setia kepada Pasangan" Artinya betapa Tauhid itu mungkin dalam persepsi pembuat spanduk adalah usaha untuk setia kepada pasangan. Ini kampanye yang layak didukung dalam satu konteks tertentu, konteks usaha yang baik sekalipun mungkin perlu ada kritik teks
Parade Tauhid itu juga menggambarkan kepada saya bahwa kekompakan itu sangat penting, dan kerja bersama (juga kerjasama) membangun sebuah isu agar sampai ke publik luas adalah tugas yang penting. Mereka menyisihkan waktunya dan biayanya datang berkumpul dan hadir dalam sebuah forum besar, sementara sebagian orang mungkin terkesan menghina forum itu, hanya perlu teriak-teriak di sosial media. Walaupun dalam hal tertentu substansi teriakan mereka saya sependapat tetapi lagi-lagi saya tidak sedang membahas substansi tetapi metode sosialisasi dengan istilah Parade Tauhid yang lebih ingin saya tanggapi.
silahkan saja kita tidak sependapat dan bahkan mungkin mengecam parade Tauhid kemarin, tetapi dalam satu sisi kita juga perlu menempatkan apresiasi tertentu dalam kemampuan mereka bekerja massif sementara sebagian orang secara individu punya kemampuan massif teriak-teriak di social media.
Tentu kritik dan masukan saya buat teman-teman pendukung Parade Tauhid, METODEnya sudah sangat masssif dalam membangun opini, ke depan perlu evaluasi SUBSTANSI agar publik yang lebih luas bisa merasakan RELEVANSI Tauhid sebagai core isu Parade tersebut. Jika substansi tidak berubah maka tentu target pencapaian tidak akan massif sebagaimana paradenya.
Kritik dan masukan saya buat yang kontra dengan parade tersebut, mungkin perlu kita juga mengevaluasi METODE kita menyampaikan pendapat kita, SUBSTANSInya mungkin dalam banyak hal saya sependapat, tetapi kritik metodologis perlu diperdebatkan, sehingga RELEVANSI pendapat Anda juga tidak mengacaukan sinergi dan koordiinasi kerjasama membangun dakwah dan bangsa ini dalam konteks di lapangan
Tetapi apapun, semua kembali kepada HAK Anda untuk berpendapat dan bersikap, tetapi tentu kita juga punya KEWAJIBAN kepada teman-teman kita yang mencoba menjaga dengan baik :
SUBSTANSI, METODE dan RELEVANSI Gerakan Pemikiran, dakwah dan Sosial.
Kita perlu lebih banyak mendekati teman selain mungkin kita berhadapan dengan orang-orang yang menganggap kita musuh.
Maafkan atas hal yang kurang berkenan
Wallahu'alam
Salam atas Rasul Al Mustafa Muhammad Saw.

No comments:

Post a Comment