Sunday, 6 September 2015

RAMADHAN & KOSMOLOGI HARAPAN


Oleh A.M. Safwan - Madrasah Muthahhari Yogyakarta

Buat hamba
Ramadhan begitu cepat berlalu
tetapi menantikan bertemu kembali begitu lama
Bukan karena hamba menjalani ramadhan dengan
penuh keutamaan, tetapi karena hamba
lalai memaknainya dengan sepenuh JIWA
Begitu cepat karena abai
begitu lama karena berharap
ketika harapan bertemu maka abai yang muncul
Mengapa? Padahal harapan adalah sandaran
kehendak untuk bertindak dengan maksimal
Mengapa ujung dari harapan adalah pengabaian
padahal harapan adalah jalan FITRAH manusia
Mungkin karena pengabaian adalah jalan yg terhijab
Hijabnya dari mana? TABIAT hamba di ALAM
Tabiat di ALAM


Tentu ketika ramadhan diletakkan di alam
secara nilai akan berada pada posisi di mana
hamba melakukan kegiatan ramadhan? bersama
siapa hamba melakukan ramadhan?
kegiatan hidup sehari-hari yang menyertai ramadhan?
Masalah apa yang muncul saat hamba beraktifitas
ramadhan di lingkungan keseharian?
Tampaknya pertanyaan-pertanyaan itu sumber munculnya
pengabaian terhadap ramadhan karena lemahnya
dinamika JIWA mengelola tabiat hamba di ALAM
Dengan begitu, buat hamba, ramadhan
menjelaskan bagaimana dinamika JIWA ini
terkait HARAPAN yang berujung pada PENGABAIAN
Mungkin karena harapan terhadap TUHAN begitu
besar hanya di bulan ramadhan, sehingga kuabaikan
Harapan terhadapNya di Syawal dengan keutamaannya
Harapan terhadapNya di Zulkaidah dengan keutamaannya
Harapan terhadapNya di Zulhijjah dengan keutamaannya
Harapan terhadapnya di Muharram dengan keutamaannya
Harapan terhadapNya di Safar, Rabiul awal, Rabiul akhir,
Jumadil awal,jumadil akhir, rajab syakban
dan keutamaannya masing-masing
Wahai JIWA hiduplah di ALAM bersama seluruh bulan
dan keutamaan yang ada di dalamnya
Temuilah TUHAN dengan segenap usaha dan
tanggungjawab memuliakan nama-nama dan
sifat-sifatNya dan di dalamnya ada
Wiladah dan Syahadah / kehidupan dan kematian
Bangunlah HARAPAN terhadap TUHAN di ALAM
melalui persambungan JIWA terhadap
Kehidupan dan kematian di seluruh bulan
Hidupkan harapanmu wahai JIWA di seluruh bulan
Bangunkanlah harapanmu wahai JIWA di bulan ramadhan
Ramadhan adalah jalan membangun harapan
Ramadhan adalah awal Harapan
jadi, mungkin kita tidak bisa berharap hanya di awal
tetapi berharaplah memulai membangun dengan
menghidupkan seluruh bulan
Ramadhan adalah tahun baru JIWA membangun harapan
terhadap TUHAN
saatnya kita mulai berusaha menghidupkan JIWA
di seluruh bulan
Jadi dari mana pengabaian terhadap ramadhan padahal
dengan harapan yang besar?
Mungkin karena kita berharap sepenuhnya pada ramadhan
yang hanya sebagai AWAL harapan
sehingga kekuatan bulan rajab, syakban dan lainnya
kurang kita berikan harapan besar sebagai jalan
membangun jiwa
Telah kuletakkan harapan pada JIWA
sebagai kesadaran /epistemologis
Telah kuletakkan harapan pada ALAM
sebagai pengelolaan / tatanan nilai /aksiologis
Telah kuletakkan harapan pada TUHAN
sebagai eksistensi / fitrah /ontologi
Hargailah harapanmu
karena pengabaianmu bukanlah harapanmu
teruslah berharap dan jangan harapkan pengabaianmu
Secara perlahan,
pengabaianmu akan tersingkir oleh harapanmu.
Harapanmu adalah dirimu (eksistensi/makmurah)
Pengabaianmu adalah bukan dirimu
(non eksistensi/mahjubah)
Berharaplah pada dirimu bukan pada yang bukan dirimu
Selamat tahun baru JIWA
Selamat telah menikahi ramadhan
selamat menempuh hidup baru dengan harapan baru
Selamat mengelola dinamika harapan dan pengabaian
selamat memulai
MENGHIDUPKAN HARAPAN TERHADAP TUHAN
di seluruh bulan dan keutamaan di dalamnya
Semoga menjadi JIWA yang Sakinah, mawaddah
dan wa Rahmah bersama kekasih sejati...
salam atas Rasul Saw dan Keluarganya dan para
pengikutnya yang setia
Wallahu'alam bi al shawab

No comments:

Post a Comment