Sunday, 6 September 2015

TUHAN : Kata - Konsep - Realitas; Refleksi Nama Tuhan di Banyuwangi


Oleh A.m.Safwan (Madrasah Muthahhari- JAKFI)

KATA: Tuhan
KONSEP: Kata/teks Tuhan mengacu pada perbedaan
berbagai konsep antara lain:
1. Menurut teks agama dan kepercayaan
2. Menurut pandangan filsafat Yunani, Barat dan Islam
3. Menurut kajian Descartes berbeda konstruksinya dengan
Kant, berbeda pula konsep Tuhan dalam kajian
Marx, Nietzsche
4. Menurut tafsiran ahli kalam, filsafat dan tasawuf/irfan
5. Menurut Mu'tazilah, Asy'ariyah dan syi'ah


6. Menurut Khawarij, ISIS, Amerika, dan Israel
7. Menurut Ibn Sina, Ibn'Arabi, dan Mulla Shadra
8. Menurut Syekh Siti Jenar, Al Hallaj
9. Pandangan Ilmiah: Partikel Tuhan, God Spot
10. Pedagang assesoris bertuliskan nama-nama Tuhan
dan Politisi penjual ayat-ayat Tuhan
11. Tuhan dalam Puisi Putu Wijaya, puisi Rendra dan Novel
Ateis Achdiat K.
12. Tuhan dalam buku Izinkan Aku jadi Pelacur (Muhiddin)
dan Sejarah Tuhan Karen Amstrong
13. Tuhan dalam Kosmologi The Tao Sachiko Murata dan
Kosmologi William Chittick, Imam Ali dalam Nahjul Balaghah
14. Tuhan dalam diriNya sendiri
Semua di atas adalah hal yang wajar, sebuah dinamika dan dialektika yang perlu terus ditumbuhkan dalam tradisi intelektual
Jadi kalau ada yang menggunakan nama/kata TUHAN perlu dirujuk KONSEPnya mengacu ke konsep yang mana?
termasuk ke pemilik nama TUHAN yang di Banyuwangi.
Bisa jadi pemilik nama Tuhan yang di Banyuwangi mengacu pada salah satu KONSEP di atas atau konsep lain. Yang jelas tentu ada alasan mengapa beliau yang di Banyuwangi diberi nama Tuhan.
Bisa jadi saking cintanya kedua orang tuanya kepada Tuhan karena bersyukur mendapatkan anak sebagai anugerah dari Tuhan jadi biar senantiasa ingat nikmat Tuhan tsb maka kedua orang tuanya memberi nama anaknya dengan Nama Tuhan (Bi Ism Allah)
Jadi mungkin konsep dari nama Tuhan di Banyuwangi adalah Tuhan dengan pengertian AsmaNya (Dengan Nama Tuhan)
jadi, sudah benar konsepnya tetapi mungkin persoalan KATA yang mewakili KONSEP itu.
Sebagaimana banyak juga KATA Tuhan di masyarakat kita justeru adalah KONSEP yang menjadi HANTU yang menakutkan.
bagi sebagian orang.
Jadi, REALITAS TUHAN yang sebenarnya itu bagaimana?
Things it self, das ding an sich, ashalah al wujud
Menurut saya di sinilah mungkin persoalan mendasarnya bukan sekedar KATA bukan sekedar KONSEP tetapi juga sejauh mana KATA itu dapat dipertanggungjawabkan dengan mengacu pada KONSEP tertentu yang diyakininya dapat diBUKTIkan.
Ada Konsep tentang Bukti, dan ini biasa saja (KONSEP)
tetapi yang ini yang mendasar menurut saya adalah
BUKTI dari KONSEP (REALITAS)
Jadi Wahai Tuhan perlihatkan DIRIMU sebagaimana seharusnya diriMu hadir pada diri Kami dan Alam. Bahwa RealitasMu bukan batas KATA, realitasMu bukan batas KONSEP.
Engkaulah yang DZAHIR sekaligus Bathin
DiriMU yang Paling BATIN adalah DZAHIR
REALITASMU adalah perjumpaan dengan teleologi Persepsi
KEMATIAN---
Inna lillaahi wa inna ilaihi rajiun adalah jalan Indah berjumpa
denganMu
Wallahu'alam bi al - shawab
Jumat berkah
salam atas Rasul Al Mustafa Muhammad Saw.

No comments:

Post a Comment