Tuesday, 23 February 2016

Khotbah Imam Sayyid Ali Khamenei: Pudarnya Cinta dan Kesetiaan di dunia Barat



Pengantar: Untuk meningkatkan rasa syukur kita terhadap apa yang kita miliki, ada satu jalan tengah yang dapat kita gunakan, yaitu dengan melihat apa yang dialami oleh orang-orang yang tidak mensyukuri nikmat dan anugerah tersebut. 

Untuk mensyukuri nikmat yang masih kita gunakan, sebaiknya kita melihat suatu masyarakat yang dengan kalimat-kalimat yang kedengarannya menarik tetapi pada hakikatnya perkataan dan kalimat tersebut hanya tipuan dan pengelabuan terhadap qalbu dan hati, mereka telah menjatuhkan diri mereka dalam dosa yang besar, mereka adalah dunia Barat. Yaitu negeri kegelepan yang telah sekian lama menenggelamkan dan memudarkan cahaya cinta dan kesetiaan dari kehidupan masyarakat Barat. Dan dapat dilihat dari pandangan dan penglihatan mereka bahwa mereka membutuhkan sepercik api cinta dan kesetiaan. Ini adalah suatu badai topan yang menerpa dan melibas kehidupan para penyembah Barat, hal ini adalah azab dari Tuhan. Tentu hati kita sangatlah sedih melihat kondisi dan keadaan mereka. Seandainya belum terlambat untuk melakukan sesuatu untuk mereka. Sekarang sudah terlambat. Sebaiknya sekarang pikirkanlah diri kita dan marilah kita mengambil pelajaran dari orang-orang yang telah merusak bangunan dan kehormatan rumah tangga akibat dari penyembahan terhadap hawa nafsu dan syetan sehingga kita tidak kehilangan kebahagian dan kesempurnaan. Mereka iri hati pada kita. Dan berlindunglah dari orang-orang yang hasad. Berlindunglah kepada Allah SWT dari orang-orang yang dengki dan hasad ( wa min syarri haasidin idza hasad).


Menguak  kedalaman suatu penyakit tidaklah mudah. Keahlian dari dunia Barat adalah pandai menutupi kebobrokan dan kejahilan mereka, hal ini sudah bukan sesuatu yang rahasia. Dibutuhkan suatu penglihatan yang tajam dan dalam sehingga dapat menguak kedalaman penyakit tersebut, dan tidak ada yang lebih dalam penglihatannya dari tuan  kita. 

1.   Anak-anak yang tidak memiliki kehormatan. 

Saat ini yang dapat kita saksikan dari dunia Barat adalah anak-anak yang tidak memiliki kehormatan, anak-anak yang tertinggal dan terlantarkan, seorang ayah dan ibu yang bertahun-tahun tidak mengetahui kabar anak-anak mereka, meskipun mereka hidup dalam satu kota, apalagi hidup di kota yang berbeda-beda. Rumah tangga telah hancur, orang-orang hidup dalam kesendirian. 

Di negara-negara Eropa dan Amerika, menurut data statistik perempuan yang tidak memiliki suami dan suami yang tidak memiliki istri mengalami peningkatan yang sangat tinggi sehingga dapat diketahui banyak anak yang lahir tetapi tidak tahu siapa ibu dan ayahnya, anak-anak yang tidak memiliki kepeduliaan dan apatis, anak-anak yang suka melakukan tindakan kriminal adalah akibat dari perbuatan seperti ini. Keadaan dan kondisi disana adalah kondisi kriminalitas. Tentu anda telah mendengar hal ini dari berita-berita. Seorang anak ke sekolah, jalan raya, dan kereta api kemudian membunuh beberapa orang. Dan perbuatan ini bukan hanya sekali atau dua kali melainkan terjadi berulang kali. Begitulah terus terjadi kejahatan yang dilakukan oleh anak-anak remaja. Remaja-remaja, bahkan 13 dan 14 tahunan melakukan tindakan kejahatan di Amerika Serikat. Dengan enteng mereka membunuh orang-orang. Masyarakat yang jatuh pada keadaan seperti ini tentu tidak dapat kita terima.

2.   Dosa besar dunia Barat.

Salah satu dari masalah yang dihadapi Barat sehingga menyebabkan hancurnya bangunan peradaban Barat seperti kayu yang dimakan rayap hingga rapuh adalah kemajuan industri dan sains yang mereka gunakan pada jalan yang mematikan- dan lambat laun dalam waktu yang lama masalah ini kemudian melupakan diri mereka dari urusan rumah tangga dan keluarga. Mereka tidak mampu menjaga rumah tangga. Di dunia Barat rumah tangga dan orang-orang terlantar mendapatkan penghinaan dan semacamnya. 
Salah satu dosa besar dari dunia Barat adalah mereka memandang rendah, remeh dan enteng akan pentingnya berumah tangga dan hal ini mereka tunjukkan pada masyarakat mereka. Dunia Barat merendahkan orang yang akan membangun rumah tangga. Dunia Barat menganggap  hubungan seorang perempuan dan laki-laki sama seperti mengganti baju yang telah dipakai.
Negara-negara yang sedang mengalami masalah seperti ini yaitu rapuhnya bangunan rumah tangga pada hakikatnya bangunan peradabannya telah tergoyang dan akhirnya mengalami kehancuran.

3.   Tidak ada Kasih Sayang, tidak ada istri atau suami.

Di dunia Barat meskipun kebanyakan dari mereka memiliki ilmu, kekayaan dan kekuatan pemerintahan dan politik yang kuat, tetapi kehidupan masyarakat mereka pada tataran rumah tangga sungguh memprihatinkan. Masyarakat adalah keluarga dalam lingkup yang lebih besar, sudah seharusnya sesama keluarga duduk bersama-sama, saling mencintai dan menyayangi, saling bantu-membantu, saling bersilaturrahmi, melakukan yang terbaik untuk orang lain sama dengan kita melakukan yang terbaik untuk diri kita, bersaudara antara satu dengan yang lain, setiap keluarga merasakan kebersamaan dan kedekatan dengan keluarga yang lain, hal-hal seperti ini yang sudah menjadi budaya dalam tradisi kita, namun di dunia Barat kita tidak menemukan budaya seperti ini terjadi. Betapa banyaknya perempuan yang hidup dalam kesendirian. Seorang perempuan yang sendiri, yang berpisah dari keluarganya dan tinggal sendiri di apartemen. Kembali ke rumah pada malam hari dengan sendirian. Pada waktu pagi bangun sendiri. Tidak punya kasih saying dan cinta, tidak punya suami, anak, cucu, keluarga sehingga ia merasakan kehangatan berkeluarga. Orang-orang yang hidup pada masyarakat seperti itu hidup secara individualis. Sebagian besar mereka sendirian. Kenapa ? karena di dunia Barat bangunan rumah tangga dan keluarga telah dilupakan. 

Sungguh sangat disayangkan, saat ini dapat disaksikan bahwa aturan-aturan rumah tangga dan keluarga berangangsur-angsur memudar dan dihapus. Akibat dari dihapusnya hokum berumah tangga ini adalah ketiadaan kehormataan dan kefasadan meningkat dengan pesat dan sekarang mereka mengalaminya. Dari hari ke hari kerusakan ini semakin meningkat dan apa yang mereka miliki lambat laun akan hilang. 

4.Kebebasan Seksualitas adalah kehancuran  bagi Bangunan Sebuah Keluarga dan Rumah Tangga

Di dunia Barat dan secara khusus Amerika dan sebagian dari negara-negara Eropa Utara telah diketahui bahwa bangunan rumah tangga dan keluarga yang ada pada negara-negara tersebut telah mengalami kehancuran dan keretakan. Kenapa? Karena di negara-negara tersebut kebebasan seksualitas semakin meningkat dan bertambah dan memandang remeh hal-hal yang penting dalam rumah tangga. Jika ketidaksetiaan dan ketidaksucian menyebar kemana-mana, yaitu laki-laki dan perempuan meletakkan fitrah alami itu pada tempat yang bukan rumah tangga, mereka meletakkannya pada hukum-hukum yang bukan hukum rumah tangga, hukum-hukum yang mereka bangun itu tidak ada lain kecuali sesuatu yang tidak memiliki makna apapun. Apa yang mereka lakukan ini adalah suatu tindakan penyiksaan dan berlebih-lebihan. Oleh karena itu, dari sisi kesetiaan dan fitrah kesucian, mereka akan mengalami keretakan dan keberpisahan. Keberpisahan yang dimaskud adalah bukan berpisah secara fisik tetapi mereka tidak lagi saling  setia dan cinta serta tidak ada lagi saling ketertarikan antara satu dengan yang lain. 

Jika manusia dibebaskan dan bebas menyalurkan naluri alami seksualitasnya dengan berbagai macam cara yang dimaui dan diinginkannya, atau dia tidak membangun bangunan rumah tangga dan keluarga atau melakukan sesuatu yang tidak bermakna dan tidak memiliki tujuan yang jelas dan merusak maka hal ini akan menghancurkan dirinya. Oleh karena itu, ketika anda melihat tempat-tempat dimana pun yang ada kebebasan seksualitasnya maka anda akan mendapatkan melemah dan pudarnya bangunan rumah tangga. Oleh karena, laki-laki dan perempuan yang menyalurkan naluri seksualitasnya ia tidak mengikuti hukum-hukum yang jelas yang ada dalam rumah tangga. Namun, tempat-tempat dimana hukum-hukum agama dijalankan dan tidak ada kebebasan seksualitas, maka kita tidak akan menemukan melemahnya bangunan rumah tangga dan keluarga, semua hal yang dibutuhkan oleh laki-laki dan perempuan itu diatur dalam agama. Oleh karena itu, dengan agama, bangunan keluarga dan rumah tangga terjaga dari kehancuran dan keretakan. 

5.   Cinta Buatan atau Palsu. 

Pada sebagian negara-negara dunia yang telah memiliki kemajuan ilmu pengetahuan teknologi yang cepat, kehidupan yang mereka jalani tidaklah lagi berurusan dengan anggota keluarga. Seorang ayah pada tempat yang lain sibuk dengan kesibukannya dan seorang ibu pada tempat yang lain sibuk dengan kesibukannya sendiri, antara suami dan istri tidak saling memandang dan melihat, suami memasak untuk dirinya sendiri, istri memasak untuk dirinya sendiri, mereka tidak membagi cinta satu dengan yang lainnya, mereka tidak lagi berlaku seyogyanya sepasang suami-istri, mereka tidak memiliki aktivitas nyata bersama, pada saat mereka harus menjalankan anjuran para psikolog untuk anak-anak mereka, mereka melakukan perjanjian dan pada jam yang ditentukan mereka datang ke rumah untuk menyiapkan kebutuhan rumah tangga. Untuk menyikapi hal ini sehingga suasana rumah tangga yang sehat dapat terwujud mereka membuat cinta buatan, pada saat itu sang lelaki sering melihat jamnya, melihat jamnya dan kapan selesai waktu yang telah mereka sepakati, karena pada jam berikutnya misalnya jam 06:00 ia harus pergi ke tempat yang lain. Bangunan dan pondasi rumah tangga yang dibangun seperti ini tidak dapat membuat anak merasakan kasih sayang dan kedekatan serta cinta.
Di sana tidak ada suasana rumah tangga yang hangat. Pada hakikatnya disana tidak ada rumah tangga yang hakiki. Laki-laki dan perempuan hidup dalam satu atap tetapi hati mereka saling menjauh. Terbangunnya rumah tangga berawal dari cinta rumah tangga, dengan cinta rumah tangga tersebut akan terbangun rasa kasih sayang dan cinta diantara keduanya, seorang laki-laki akan membutuhkan istrinya dan demikian pula dengan istrinya akan membutuhkan suaminya, namun di dunia Barat tidak terjadi seperti ini. Dua orang dengan kesepakatan hidup dalam satu rumah. Namanya juga ada, dengan cinta mereka memulai kehidupan!

6.   Gambaran Pernikahan di Barat.

Dalam masyarakat Barat, para pemuda dan pemudi dengan bebasnya menyalurkan kecenderungan-kecenderungan alamiah mereka dan ketika mereka sampai pada usia menikah mereka telah mengalami kepayahan. Cinta dan kecenderungan yang seharusnya mereka salurkan pada pasangan suami-istri di saat menikah kini menjadi berkurang dan sedikit. Pernikahan pada usia di atas telah lumrah pada masyarakat mereka, mereka menjalaninya seperti hal-hal yang lain, mereka menjalaninya berlawanan dengan fitrah dan kemaslahatan manusia hal ini bermula dari hawa nafsu dan lari dari tanggungjawab. Mereka menginginkan seorang pemuda dalam istilah mereka seorang pemuda yang menjalani hidup dengan senang dan lampiaskan seluruh kesenangan dan hawa nafsu. Namun, setelah mereka mengalami kesulitan hidup dan kepayahan mereka baru mau kembali dan pergi ke keluarga mereka. Lihatlah bahwa kehidupan rumah tangga di Barat itu seperti demikian. Banyak terjadi perceraian, banyak terjadi pernikahan yang berakhir di tengah jalan, banyak laki-laki dan perempuan yang tidak saling setia, kemandulan dan krisis seksualitas, kurangnya gairah, kehidupan rumah tangganya bermakna seperti ini.

7.     Barat dalam jurang kehancuran.

Jika saat ini kalian melihat sebagian dari Masyarakat Barat, terutama mereka yang telah mengalami kemajuan industri dan kemajuan teknologi mesin, dapatlah kalian saksikan bahwa dari hari ke hari polusi dan kerusakan semakin meningkat. Jika terjadi polusi dan kerusakan akhlaq maka masyarakat itu akan hancur dan jatuh pada jurang kebinasaan. Hal ini seperti gempa dan banjir, bukan murka dan musibah yang berlangsung sekaligus tetapi musibah yang berlangsung berangur-angsur, pada akhirnya tidak dapat ditolak, suatu musibah yang ketika datang pada suatu masyarakat, mereka tidak memahami secara langsung tetapi dengan perlahan-lahan dan berangsur-angsur baru mereka mulai memahaminya. 

Ketika penyakit itu telah menggerogoti kedalaman diri mereka disitulah mereka mulai memahami. Pada saat itu mereka tidak akan lagi dapat lari dan menolak musibah itu. Sekarang ini masyarakat Barat sedang berjalan menuju ke arah ini, gerak masyarakat Barat ke arah ini sangat cepat, pada hakikatnya mereka telah sampai pada tahap yang sangat berbahaya dan mengenaskan, semua ini terjadi karena perempuan-perempuan dan laki-laki pada usia yang sudah harus menikah, tidak melakukan pernikahan yang bermakna dan bertahan. Kemudian keluarga masyarakat Barat yang dibangun dalam satu rumah tangga tidak ditemukan cinta dan kasih sayang didalamnya. 

Di dunia Barat bangunan rumah tangga telah hancur dan pudar, sangat terlambat untuk membangun sebuah rumah tangga yang sehat, dan cepat hancur, kerusakan dan kotor dari hari ke hari semakin meningkat, jika hal ini terjadi secara komplit maka masyarakat itu akan mengalami musibah yang besar. Tentu akibat yang ditimbulkan oleh penyakit seperti ini tidak terjadi dalam waktu 5 atau 10 tahun ke depan melainkan dia terjadi setelah berpuluh-puluh tahun dan akan merusak dan menghancurkan masyarakat, seluruh kekayaan materi, seluruh kejayaan ilmu pengetahuan yang mereka gapai. Fenomena ini akan terjadi pada semua masyarakat Barat dan tanpa sadar mereka telah menunggunya.

8.   Usaha untuk mencari ketenangan dan kebahagiaan.

Sekarang saksikanlah dunia Eropa dan Amerika, Lihatlah mereka sangat mengalami ketakutan dan kekhawatiran, betapa sangat mengalami keguncangan dan kekhawatiran. Mereka sangat ingin mencari ketenangan. Betapa banyak mereka menggunakan obat penenang, betapa banyak pemuda dan pemudi yang melakukan suatu tindakan tanpa tujuan dan bermakna, mereka memanjangkan rambut mereka, memakai baju yang ketat, oleh karena mereka sakit hati terhadap kondisi masyarakat. Mereka marah dan geram. Mereka ingin mencapai ketenangan dan kebahagiaan. Kemudian pada akhirnya mereka meninggal dalam kondisi yang mengenaskan. Orang lanjut usia laki-laki dan perempuan mati di rumah panti jompo, anak-anak mereka tidak bersama dengan mereka. Istri-istri mereka tidak memiliki kabar tentang diri mereka. Suami dan istri hidup berjauhan dan sendirian.

Di Barat anak-anak yang tidak mengetahui siapa ibu atau ayah mereka sangatlah banyak, sangatlah banyak laki-laki dan perempuan-perempuan yang telah menyandang status suami dan istri dalam waktu yang lama tidak saling mengetahui kabar dan keadaan satu dengan yang lainnya. Perempuan-perempuan yang sadar akan pentingnya hidup bersama dengan suaminya sampai akhir hayatnya amatlah sedikit. Para lelaki yang sadar untuk hidup bersama dengan istri yang mereka cintai sampai akhir hayat mereka dan tidak membiarkan istri mereka hidup dalam kesendirian amatlah sedikit.

9.   Dimana telinga yang suka mendengar!?

Di Amerika sendiri banyak terjadi kerusakan (kejahatan seksualitas, pembunuhan, amoral, dan kriminalitas) yang dilakukan oleh anak-anak remaja dan orang dewasa. Media-media massa dan para ilmuwan-ilmuwan mereka sangat gencar mengatasi masalah ini, mereka menulis makalah-makalah,mereka menyampaikan nasihat dan pelarangan, mengingatkan, namun tidak satu pun perkataan mereka yang masuk kedalam kesadaran mereka, yaitu tidak mempan dan memiliki bekas. Ketika keadaan yang terjadi telah merusak pondasi kehidupan mereka, mereka melalui keadaan ini 30, 40 atau 50 tahun tetapi tidak ada kampanye-kampanye politik yang dapat merubah kondisi seperti ini. 

Masyarakat Barat tidak memiliki kebahagiaan, perkataan ini bukan dari diri saya. Perkataan ini adalah perkataan yang berasal dari orang-orang mereka yang masih memiliki kesadaran akal yaitu para pemikir mereka, para pemerhati mereka, mereka yang hadir dan peduli terhadap kondisi masyarakat mereka, mereka dengan lantang bersuara. Kenapa? Oleh karena pada masyarakat itu tidak ada instrument kebahagiaan dalam kehidupan. Kebahagiaan adalah merasakan ketenangan, kebahagiaan dan keamanan.

Sekarang ini, juga ada orang yang memiliki pengetahuan dan pengenalan tentang dunia, mereka mengetahui bahwa khususnya di sebagian besar wilayah Amerika Serikat, tentu negara-negara Eropa juga seperti itu suara-suara untuk memperbaiki kondisi masyarakat telah dilakukan, mereka menyeruh semua elemen masyarakat untuk memikirkan. Tentu memikirkan masalah ini tidaklah mudah, dan kalaupun mereka memikirkan kenyataannya mereka telah sampai pada ambang kehancuran.

10. Tujuan kotor, adalah senjatanya Syaitan.
Mereka yang ingin menguasai suatu negara atau masyarakat, hal yang mereka lakukan adalah meracuni budaya setempat dan mengganti budaya setempat dengan budaya mereka, salah satu senjata mereka yang biasa mereka gunakan adalah meruntuhkan pondasi rumah tangga. Sayangnya cara ini mereka telah gunakan hampir di semua negara yang mereka duduki. Mereka membuat laki-laki menjadi tidak bertanggungjawab dan seorang istri menjadi buruk akhlaqnya. Berlanjutnya suatu tradisi dan kebudayaan, peradaban msyarakat dari generasi ke generasi berkat bangunan rumah tangga dan keluarga. Jika tidak ada rumah tangga dan keluarga semuanya telah hancur lebur. Sekarang yang dapat anda lihat, negar-negara Barat tengah berusaha memelihara dan meningkatkan kemaksiatan, perzinaan, dan kebebasan seksualitas di tengah negara-negara timur, Islam dan Asia, untuk apa mereka melakukan semua ini? Salah satu alasannya adalah mereka ingin dengan cara seperti ini bangunan rumah tangga dan keluarga dihancurkan sehingga budaya dan tradisi masyarakat menjadi lemah, dan selanjutnya mereka dapat menunggangi masyarakat tersebut. Oleh karena, jika kebudayaan dan tradisi suatu msyarakat tidak dapat ditundukkan dan tidak dapat dilemahkan, maka masyarakat itu tidak dapat dijinakkan, hal ini yang membuat bangsa-bangsa tidak dapat membela diri mereka dan dengan tanpa perlawanan takluk dihadapan mereka, mereka kehilangan kehormatan budaya dan tradisi, dan cara mereka ini dapat menghancurkan rumah tangga dengan mudah.

Islam menginginkan dan menghendaki terjaganya bangunan rumah tangga. Oleh karena itu, Islam sangat memandang penting menjaga bangunan dan pondasi rumah tangga, membangun rumah tangga dan setelahnya adalah menjaga pondasinya.

11. Hanya satu kata untuk keluarga dan rumah tangga.
Suatu ketika pada suatu pertemuan di PBB, saya sempat berpidato tentang keluarga dan rumah tangga kurang lebih 1 jam 15 menit. Setelah itu ada informasi yang diberikan kepada saya bahwa pidato saya tentang keluarga dan rumah tangga itu ada usaha  mau dirusak dan sensor oleh televisi Amerika Serikat, mereka bersandar pada rencana ini dan pidato yang saya sampaikan itu dan bahkan mereka menaruh tafsiran terhadapnya dan beberapa kali menayangkannya. Oleh karena, ada kata tentang keluarga dan rumah tangga.

Yakni, pesan tentang rumah tangga dan keluarga saat ini yang disampaikan pada dunia Barat seperti air segar, oleh karena pesan seperti itu amatlah sedikit ditemukan di dunia Barat. Betapa banyaknya perempuan yang hidup dalam kesendirian sampai akhir hayatnya. Begitu pula halnya dengan laki-laki, betapa banyak yang hidup dalam kesendirian sampai akhir hayatnya.  Terasing dan tanpa kasih sayang mereka menjalani kehidupan. Betapa banyak pemuda dan pemudi yang apatis akibat dari hancurnya pondasi rumah tangga. Di sana tidak ada rumah tangga, dan jika pun ada seperti tidak ada rumah tangga.


Bayonot : Khonewodeh Irani.
Diterjemahkan Oleh: Darwis Batawi

1 comment:

  1. Terimakasih banyak, banyak hikmah yang bisa kita renungkan dari tulisan beliau. Juga sebagai reminder bagi kita yang mungkin tanpa sadar sedang bergerak ke-barat-barat-an.

    ReplyDelete