Thursday, 7 April 2016

Mencoba Belajar Ngaji Falsafatuna (Ringkasan Sesi 1 dan 2)

A.M.Safwan (Pengasuh Ponpes Mahasiswa
Madrasah Muthahhari - RausyanFikr Yogyakarta)

Konsep dan Tuhan

Tashawwur / Konsepsi berarti gambaran, bayangan, citra. Dengan begitu konsepsi bermakna menangkap gambaran tentang sesuatu/objek dari realitas ke dalam benak kita, Misalnya konsep tentang gunung, konsep tentang putih.
Apakah kita punya konsep tentang Tuhan dalam benak kita?
Sebagaimana konsep putih, gunung. Tampaknya tidak. konsep Tuhan harus memiliki rujukan kepada realitas. Kalau tidak, maka Tuhan sebagai konsepsi tidak absah/layak.

Jadi, jika orang berbicara tentang Konsep Tuhan tetapi tidak terkait dengan realitas tertentu, maka konsep itu datang dari mana? Adakah sumber yang menjadikan konsep hadir dalam benak kita selain dari realitas? Atau bagaimana terjadinya konsep? lebih spesifik lagi, mengapa orang bisa memiliki konsep Tuhan? ini secara epistemologi (bukan jawaban teologi yang dogmatis)

Tashawwur adalah konsepsi tanpa melibatkan penilaian. Jadi dalam contoh tadi, gunung sebagai gunung dalam benak kita, tidak terkait dengan gunung tertentu, dengan ciri tertentu, demikian juga halnya dalam contoh konsep putih, putih sebagai putih dalam konsep kita yang tidak terkait putih tertentu misalnya pada baju putih, lampu putih, papan tulis putih.

Dalam hal konsep Tuhan, gambaran kita tentang Tuhan tanpa melibatkan penilaian terkait Tuhan tertentu di realitas, seperti berbagai klaim ketuhanan masing-masing agama dan kepercayaan. Jadi konsepsinya adalah Tuhan sebagai Tuhan. Jadi seperti apa itu Tuhan sebagai Tuhan? (it self, das ding an sich, nafs al amr) yang tidak terkait penilaian budaya, agama, sejarah, dan lain-lain

Pikiran manusia akan menangkap berbagai pengertian. Upaya memahami pengertian tentang suatu objek harus bisa dimulai dari reduksi setiap konsep-konsep yang majemuk /kompleks menjadi unit-unit konseptual sederhana hingga tidak dapat dinilai lagi. Misalnya baju putih terdiri dari 2 unit konseptual sederhana yaitu konsep baju dan konsep putih. Lalu bagaimana dengan konsep Tuhan, apakah ini unit konseptual sederhana? kalau bukan, maka secara epistemologi, Tuhan bukan unit konsep yang memiliki cakupan konsep yang terjadi pada pikiran kita. Harus ada pengertian lain yang menjadi pendahuluan bagi penilaian tentang Tuhan oleh karena konsep Tuhan bukan unit konseptual sederhana.

Filsafat Islam memulai kajiannya dari pengertian Konsep dan ini adalah relevansi pengetahuan. Filsafat Islam memulai kajian dari Filsafat Manusia bukan dari Filsafat Ketuhanan. Filsafat ketuhanan adalah puncak filsafat. sedangkan permulaannya adalah filsafat manusia.
Jadi pentingnya Tuhan didasari oleh sejauh mana manusia menemukan dirinya (Man 'arafa Nafs fa qad 'arafa Rabb)

Falsafatuna 100 sesi dan materi penerapannya 60 sesi serta Logika 50 sesi diharapkan menemukan diri kita (jiwa kita).

Selamat menjalani hidup mencari Tuhan bersama pengetahuan kita (epistemologi) agar kelak kita bisa hidup dengan Tuhan bersama Tuhan sendiri (ontologi)

Salam atas Al Mustafa Muhammad Saw, keluarganya dan Para sahabatnya yang setia.
Wallahu'alam.


No comments:

Post a Comment