Monday, 9 May 2016

KEMUNGKINAN LOGIS dan KEMUNGKINAN AKTUAL 

Pernyataan Maaf Pak Saut kepada HMI 

A.M. Safwan (Jaringan Aktivis Filsafat Islam-JAKFI)

Saut Situmorang telah menyatakan permohonan maaf kepada HMI atas pernyataannya yang menilai alumni HMI melakukan korupsi setelah menjadi pejabat. Berikut pernyataan Pak Saut yang disebar melalui twitter KPK yang tersebar luas di media sosial dan pemberitaan media online hari ini (9/06) yang saya susun dalam urutan pernyataan menjadi 2 kelompok pernyataan : 1. Saya selaku pribadi tidak bermaksud menyinggung HMI ataupun lembaga lain sehingga menimbulkan kesalahpahaman untuk itu saya mohon maaf atas pernyataan tersebut, 2. Kami percaya, HMI sebagai salah satu penggerak aktivis mahasiswa di Indonesia dapat menjadi mitra KPK dalam pemberantasan korupsi, maka dari itu, kami akan mengadakan pertemuan dengan pimpinan HMI untuk menjalin silaturahmi lebih lanjut,



Pak Mahfud M.D sebagai tokoh senior HMI (ketua Presidium KAHMI) menanggapi melalui akun twitternya bahwa beliau secara pribadi menyambut baik permohonan maaf Pak Saut tersebut dan menilai ini adalah awal dari penyelesaian yang baik atas kasus ini. Kita juga telah mendengar bahwa Ketua Umum Pengurus Besar HMI telah resmi mengadukan Pak Saut ke Bareskrim Polri sekalipun Pak Saut telah meminta maaf. Diberitakan juga bahwa demo aktivis HMI di gedung KPK Jakarta cenderung anarkis dengan memaksa masuk gedung KPK. Reaksi teman-teman-teman HMI atas permohonan maaf Pak Saut juga disambut dengan beragam pendapat, tetapi sikap yang hampir serempak banyak teman-teman HMI yang menolak kecenderungan sikap anarkis demo sekelompok aktivis HMI di gedung KPK.

Dari keterangan dan informasi di atas saya mengkonsepsi fakta tersebut (tashawwur) : 1. Pak Saut meminta maaf karena apa yang disampaikannya telah menimbulkan kesalahpahaman padahal Pak Saut tidak bermaksud menyinggung HMI, 2. Pak Saut dan lembaga KPK percaya bahwa HMI bisa menjadi mitra KPK dalam memberantas korupsi, 3. Permohonan maaf Pak Saut telah disambut baik secara pribadi oleh Pak Mahfud (tidak mengatasnamakan KAHMI), 4. Ketua Umum PB HMI telah resmi mengadukan Pak Saut ke Bareskrim Polri sekalipun Pak Saut telah meminta maaf, 5. Terdapat sekelompok HMI di depan Gedung KPK yang diberitakan tampak cenderung anarkis, banyak reaksi aktivis HMI yang mengecam sikap kelompok HMI di gedung KPK.

Analisis Kemungkinan Logis dan Aktual

Dalam ruang lingkup ilmu logika, kita mengetahui penilaian (tasdik) dilakukan dengan defenisi dan argumentasi. Secara DEFENISI, kasus Pak Saut ini menurut pernyataannya dapat kita artikan sebagai sebuah sikap pribadi seorang pejabat negara pada lembaga pemberantasan korupsi yang menilai HMI sebagai lembaga yang alumninya ketika menjadi pejabat negara kemudian menjadi koruptor. Oleh Pak Saut definisi permasalahan ini diargumentasikan (ARGUMENTASI) sebagai sebuah pernyataan yang tidak bermaksud menyinggung HMI, namun demikian diakui Pak Saut telah disalahpahami, oleh karenanya beliau meminta maaf. Dalam ARGUMENTASI berikutnya, Pak Saut menyatakan kepercayaannya bahwa HMI dapat menjadi mitra KPK dalam memberantas korupsi

Dalam struktur logika dasar, ARGUMENTASI Pak Saut tidak memberikan pemaknaan yang jelas pada apa yang menjadi DEFENISI permasalahannya. Jadi argumentasi beliau tidak membuat masalah menjadi tambah jelas tentang apa sesungguhnya maksud dari pernyataannya, namun tentu itu adalah hak beliau untuk berargumen apapun argumennya tentu patut kita hargai, kita hanya ingin memahami apa sebenarnya realitas objektif yang ingin dijelaskan oleh Pak Saut. Sebagaimana beliau telah menyatakan TIDAK BERMAKSUD menyinggung, pernyataannya DISALAHPAHAMI, tentu secara logis, argumentasi mengarah pada penjelasan akan pernyataan, apa sesungguhnya maksud pernyataan Pak Saut agar jelas realitas objektif permasalahan ini (NILAI PENGETAHUAN- Epistemologinya).

Kalau tidak didudukkan permasalahannya, maka kita akan menilai argumentasi Pak Saut tidak terkait secara logis dan faktual dengan defenisi permasalahannya. Sama ketika mendefenisikan manusia sebagai hewan yang berpikir, maka argumentasinya tentunya adalah arti predikasi berpikir pada hewan sehingga dapat disimpulkan sebagai manusia. Demikian halnya pada Pak Saut, apa arti korupsi yang dikaitkan pada alumni HMI saat menjadi pejabat. Kalau permohonan maaf tidak dikaitkan dengan struktur argumentasi atas defenisi permasalahan, maka kemungkinan permohonan maaf sebagai pernyataan moral yang tidak logis. Sebagaimana banyak pernyataan moral diobral dengan bahasa agama yang tidak logis tetapi tetap mengklaim atas nama agama, sehingga yang bermain adalah logika kekuatan bukan kekuatan logika. Kita tidak ingin dan sangat tidak berharap terjadi logika kekuatan oleh karena hal itu akan merugikan kehidupan berbangsa dan bernegara kita. (sebagaimana kecenderungan anarkis kelompok tertentu dari kalangan aktivis HMI yang memaksa masuk ke gedung KPK untuk bertemu Pak Saut)

Jadi bagaimana saya melihat persoalan ini: 1. Permohonan maaf tentu harus dimungkinkan dan layak kita terima secara logis sebagai manusia yang senantiasa harus membuka pintu maaf sebesar-besarnya dan saya yakin teman-teman HMI sangat paham itu, 2. Mungkin akan membingungkan, kalau nilai dari permohonan maaf yang telah disampaikan oleh Pak Saut cenderung tidak membantu mengungkap realitas objektif dari maksud pernyataan sebenarnya Pak Saut mengungkapkan penilaiannya atas HMI yang cenderung tendensius tersebut, 3. Akan tidak logis kalau kita tidak memaafkan sebuah pernyataan yang mungkin tidak disadari dan disengaja, juga sangat tidak logis mungkin, kalau kesalahpahaman terjadi jika tidak berasal dari kerancuan pernyataan, jadi agak sulit diterima menimpakan kesalahpahaman kepada yang mendengar pernyataan Pak Saut dari sebuah pernyataan yang tampaknya sudah tidak silogistik.

Dengan demikian, Pak Saut juga menjadi sumber pertama terjadinya kesalahpahaman, dan kemudian kalau pernyataan maaf beliau justeru tidak membantu mengungkap apa sebenarnya realitas objektif yang dimaksud Pak Saut, maka kesalahpahaman akan semakin disalahpahami. Permasalahan yang di salahpahami kemudian semakin disalahpahami oleh karena kita lebih berkepentingan sekedar minta maaf dan tidak membuka upaya penilaian pada apa yang sesungguhnya terjadi berdasarkan kemungkinan logis dan kemungkinan aktual.

Jadi kemungkinan logis yang paling baik untuk memahami permasalahan ini adalah bertemunya dalam sebuah dialog yang kondusif antara Pak Saut dengan HMI dan KAHMI. Terdapat kemungkinan aktual permasalahan ini semakin tidak jelas, dan akan mengarah ke jalur hukum, oleh karena itu kemungkinan dialog untuk duduk bersama adalah jalan yang paling logis sebelum kemungkinan aktualnya jalur hukum, hal ini tentu dimaksudkan untuk menutup semaksimal mungkin ruang logika kekuatan berbicara yang akan merugikan semuanya.

HMI dengan intelektualitasnya adalah salah satu unsur kekuatan logika dari masyarakat kita.

Wallahu’alam bi al shawab

Salam atas Rasul al Mustafa Muhammad Saw. dan keluarganya serta para sahabatnya yang setia.

No comments:

Post a Comment