Tuesday, 29 August 2017

Poligami Kosmik Dengan Mbak SAMAWA

Catatan Kecil dalam rangka HARI MAHABBAH
Poligami Kosmik Dengan Mbak SAMAWA
( 3 isteri dalam 1 tubuh)
Saya nikahkan Jiwa (nafs/diri) saya, kata seorang perempuan dalam IJABnya
Saya terima JIWAnya, kata seorang pria dalam QABULnya
Apa yang ada di JIWA perempuan yang diterima seorang pria?
Kehidupan JIWA akan dipenuhi oleh CINTA, inilah yang diserahkan seorang perempuan dalam ijabnya.
Dalam pernikahan kosmik,, arti cinta setelah pernikahan berbeda dengan cinta sebelum pernikahan. Apa yang dapat mencapai CINTA (mahabbah) dalam pernikahan? Mungkin menikahi 3 jiwa dalam diri perempuan yaitu Jiwanya mbak Sakinah, Jiwanya mbak Mawaddah, dan Jiwanya mbak Wa Rahmah (Mbak SAMAWA), JIWA perempuan yang Sakinah (damai), Mawaddah (cinta), dan Rahmah (kasih sayang)
Pertemuan dengan CINTA dalam pernikahan alamiah dalam kosmologi bersyaratkan pernikahan kosmik yang Sakinah, Mawaddah Wa Rahmah.
Menurut saya IJAB QABUL menandai pernikahan "poligami kosmik" dalam diri perempuan dengan 3 kosmik JIWA yaitu poligami dengan "Mbak" Sakinah, mbak Mawaddah, mbak Rahmah
Mungkin penting mencapai poligami kosmik itu (Mbak SAMAWA), kita bercinta dengan 3 jiwa perempuan (mbak SAMAWA) dalam 1 diri perempuan. IMajinasi 3 jiwa perempuan dalam 1 diri perempuan akan menjadi imajinasi pernikahan kosmik yang sangat indah.
Pagi kita bersama Mbak Sakinahnya Diri Perempuan
Sore kita bersama Mbak Mawaddahnya Diri perempuan
Malam kita bersama Mbak Wa Rahmahnya Diri perempuan
Poligami kosmik mungkin begitu imajinatif, indah dan menghangatkan jiwa karena mata memandang 1 tubuh dalam diri perempuan dengan 3 jiwa perempuan
Mungkin baik mempersiapkan poligami kosmik dalam pernikahan monogami. Secara kosmik, sehari-hari kita sudah bersama 3 jiwa perempuan dalam 1 diri perempuan
"Perkawinan alamiah adalah monogami" (adaptasi pemikiran Muthahhari)
"ALangkah salah pahamnya laki-laki yang dalam relasi seksualnya tidak menemukan CINTA dalam diri perempuan"" (Adaptasi sebuah pernyataan Ibn 'Arabi)
Mungkin memang dalam aspek tertentu hukum poligami adalah hukum suci untuk menjawab problem sosial bukan berangkat dari persoalan individu laki-laki dalam rekreasi dan petualangan seks.
Mungkin poligami (sosial) mensyaratkan monogami yang sempurna SAMAWAnya (individu), itupun hukum poligami bukan kewajiban.
Mungkin penting kajian pranikah dalam dimensi KOSMIK PEREMPUAN
Bi haqqi Zahra binti Rasulillah SAW.
Wallahu'alam bi al shawab
A.M.Safwan, Pengasuh Ponpes Mahasiswa
Madrasah Muthahhari-RausyanFikr

No comments:

Post a Comment